Illustration: Design by Freepik.com

Masa kehamilan merupakan kondisi rentan bagi seorang ibu dan bayi yang ada di dalam kandungan. Karena kurang lebih selama sembilan bulan, terjadi sebuah proses panjang dari pembuahan hingga pembentukan sel-sel yang akan menjadi manusia baru. Pada masa tersebut banyak perubahan kondisi tubuh ibu, apabila tidak menjaga kesehatan dengan baik dapat mengalami gangguan kesehatan selama masa kehamilan, salah satunya adalah hipertensi.

Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah seseorang diatas batas normal yakni tekanan diastolik mencapai ≥140 mmHg dan sistolik mencapai ≥90 mmHg. Hipertensi dapat terjadi sebelum, selama dan sesudah masa kehamilan. Jika seorang wanita yang telah menderita hipertensi sebelum hamil, ia perlu mengkomunikasikan keadaannya dengan tenaga kesehatan sebelum merencanakan kehamilan agar pengobatan yang dilakukan tidak membahayakan janin, serta mendapatkan informasi untuk tetap menjaga berat badan dengan makan makanan yang bergizi dan mengenai aktivitas fisik yang perlu dilakukan. Sedangkan apabila seorang ibu hamil baru menderita hipertensi selama masa kehamilan, harus menemui tenaga kesehatan dan mendapatkan perawatan yang sesuai dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan hingga tiba waktu persalinan. Hati-hati bagi ibu hamil yang mengalami hipertensi karena berpeluang mengalami stroke dan masalah kesehatan lain setelah melahirkan.

Kejadian hipertensi 20 minggu sebelum hamil disebut juga dengan hipertensi kronis. Wanita yang mengalami hipertensi kronis kemungkinan mengalami pre-eklampsia pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Jika baru mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat dikatakan sebagai hipertensi gestasional, biasanya terjadi pada usia kehamilan yang ke 20 minggu hingga menjelang waktu persalinan. Hal ini serupa dengan gangguan pre-eklampsia dimana tekanan darah ibu yang normal, tiba-tiba menjadi tinggi pada masa kehamilan, serta adanya kadar protein dalam urin dan masalah kesehatan lain setelah 20 minggu masa kehamilan. Pada kasus yang jarang terjadi, keadaan preeklampsia dapat terjadi setelah melahirkan, hal ini dikenal dengan postpartum pre-eclampsia.

Gangguan kesehatan yang telah disebutkan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan bayi seperti stroke, serta induksi pada saat persalinan dan lepasnya plasenta dari dinding rahim. Bayi juga dapat dilahirkan secara prematur karena kurang mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, hal ini diakibatkan oleh tekanan darah yang tinggi pada sang ibu. Oleh karenanya sangat penting untuk memantau kesehatan selama kehamilan.

Summit Institute of Development (SID) membantu para tenaga kesehatan terutama bidan dalam memantau kesehatan ibu hamil dengan menggunakan platform aplikasi yang disebut OpenSRP. Aplikasi ini dapat merekam riwayat kesehatan ibu selama masa kehamilan, serta pengingat kunjungan kehamilan agar kondisi ibu hamil dapat terpantau dengan baik. Dengan menggunakan bantuan teknologi, gangguan kesehatan yang dapat mengakibatkan komplikasi bahkan berujung kematian dapat dicegah dengan efektif. Semoga dengan aplikasi OpenSRP ini, SID dapat membantu pemerintah Indonesia dalam memantau kesehatan ibu hamil secara efektif dan menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak secara signifikan.

Writer: Ardina Ulya
Editor: Mazidatun Maftukhah