Pada 10 Maret 2021, Micronutrient Forum mengumumkan peluncuran Healthy Mothers Healthy Babies Consortium (HMHB). Konsorsium ini bekerja untuk memastikan bahwa perempuan di mana pun memiliki akses ke layanan nutrisi penting dan perawatan antenatal yang melindungi kesehatan mereka selama kehamilan dan menyusui serta memberikan awal hidup yang sehat bagi bayinya.

Melalui konsorsium ini, kita dapat menyediakan platform yang inklusif, kolaboratif, dan komprehensif dengan pemangku kepentingan lainnya untuk membentuk dan mendorong agenda bersama untuk pengenalan, implementasi, dan penskalaan beberapa mikronutrien suplementasi (MMS). SUMMIT Institute for Development (SID) adalah salah satu mitra konsorsium yang diselenggarakan oleh Micronutrient Forum. Acara ini diharapkan menjadi wadah bagi tenaga ahli kesehatan ibu dan anak untuk berkontribusi dalam meningkatkan akses pelayanan gizi ibu yang lebih baik.

Yuni Dwi Setiawati (Senior Research Officer) diundang mewakili SID Indonesia sebagai salah satu pembicara. Beliau mendapatkan kesempatan untuk melakukan diskusi panel dengan Lenore Spies (Konsultan dan sebelumnya dengan KZN Afrika Selatan) tentang implementasi dalam negara dan pentingnya kolaborasi.

Dalam konsorsium ini, Yuni berbicara tentang implementasi MMS di Indonesia dan keberhasilan Summit Trial yang dilakukan SID. SUMMIT Trial adalah penelitian berbasis randomized controlled trial yang dilaksanakan pada tahun 2001-2004 di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini melibatkan hampir 42.000 wanita hamil. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian suplemen mikronutrien (suplemen multi mikronutrien) kepada ibu hamil akan menurunkan risiko kematian bayi hingga hampir 20% dibandingkan dengan hanya memberikan suplemen yang mengandung asam folat dan zat besi.

Adanya pendekatan partisipatif mendukung keberhasilan implementasi MMS ini dengan melibatkan ibu hamil dalam memilih tablet MMS yang disukai sesuai dengan kesukaannya, mulai dari penentuan warna, bentuk, dan kemasan tablet MMS yang disukai sehingga ibu hamil lebih rajin dalam berobat. mengkonsumsi tablet MMS secara teratur.

Konsorsium ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan akses pelayanan gizi ibu yang baik dan mempercepat ketersediaan dan efektifitas pelaksanaan MMS guna memfasilitasi akses gizi yang memadai untuk menjaga kesehatan dan mencegah lebih banyak kematian bayi akibat gizi buruk.

Aksi ini juga dapat didukung dengan memanfaatkan sistem kesehatan digital untuk mendukung tenaga kesehatan terkemuka di Indonesia, khususnya bidan. Platform kesehatan digital yang dikenal dengan OpenSRP, singkatan dari “Open Smart Register Platform Register, dimaksudkan untuk membantu petugas kesehatan dalam memantau kondisi ibu hamil selama kehamilan untuk menghindari komplikasi dan hasil yang tidak diinginkan lainnya. Melalui aplikasi ini bidan dapat memantau konsumsi MMS. Selain mengurangi beban kerja manual, bidan juga dengan mudah mengumpulkan data akurat secara real-time untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak serta memastikan setiap orang tetap sehat dengan data yang akurat melalui bantuan teknologi yang canggih.