Illustration: Design by freepik.com
Illustration: Design by freepik.com

Setiap tahunnya, tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang akan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga akan menurunkan fungsi optimalnya dalam memberikan proteksi bagi tubuh dari berbagai penyakit. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran terhadap wabah HIV/AIDS dan penularannya.

AIDS dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan status sosial, tak terkecuali kelompok berisiko seperti ibu hamil. Banyak kasus dimana seorang ibu tidak mengetahui bahwa dirinya terserang HIV. Hal ini dikarenakan tidak ada gejala HIV/AIDS yang ditunjukkan dan ibu tidak segera melakukan tes. Walaupun tidak terdapat gejala, virus ini tetap bisa bertahan di dalam tubuh sampai akhirnya seorang ibu rumah tangga diketahui positif hamil.

Mengutip dari laman UNICEF, wanita hamil memiliki 23-25% resiko menularkan virus HIV ke bayi dalam kandungannya. Resiko ini dapat meningkat jika ibu hamil tersebut tidak segera mendapatkan penanganan berupa terapi obat Antiretroviral (ARV). Melalui terapi ARV, resiko penularan dapat ditekan dan dicegah. Perlu diketahui bahwa penularan HIV/AIDS tidak hanya melalui hubungan seks, tapi juga bisa ditularkan melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril saat sebelum kehamilan. Selain itu, proses persalinan juga dapat berisiko menularkan virus ini secara langsung dari ibu ke bayi.

Hingga saat ini, memang belum ditemukan terapi pengobatan yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS secara total sehingga penanganan penyakit ini perlu dilakukan sejak dini untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Padahal jika kondisi ini tidak segera diketahui, berbagai gangguan kesehatan dan bahaya dapat mengintai ibu hamil dan bayinya bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, kesehatan ibu sejak awal kehamilan hingga pasca persalinan harus terus dipantau oleh tenaga kesehatan.

Untuk memudahkan pemantauan kesehatan ibu hamil, Summit Institute of Development (SID) berkontribusi dalam membantu para tenaga kesehatan terutama bidan dalam proses pemantauan ini. Melalui penerapan platform aplikasi yang disebut OpenSRP. Aplikasi ini digunakan untuk merekam riwayat kesehatan ibu selama masa kehamilan, serta pengingat kunjungan kehamilan agar kondisi ibu hamil dapat terpantau dengan baik. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini, gangguan kesehatan pada ibu hamil dapat dicegah dengan efektif dan mampu membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak secara signifikan.