Illustration design by Freepik.com

Pandemi virus SARS-Cov-2 yang kemudian disebut dengan COVID-19 membuat semua masyarakat waspada akan penyebarannya yang pesat, termasuk negara Indonesia. Panduan pencegahan dan penanganan COVID-19 tersebar luas di media, namun bagaimana dengan kelompok tertentu seperti ibu hamil dan menyusui dalam menghadapi COVID-19 ini? Berikut beberapa rekomendasi yang telah diulas dari WHO, UNICEF, pemerintah Indonesia dan penelitian untuk ibu hamil dan menyusui dalam mengantisipasi COVID-19.

  • Ibu hamil dan menyusui diupayakan dapat mencegah COVID-19 semaksimal mungkin dengan cara:
    1. Mencuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun 
    2. Gunakan cairan antiseptik dengan kandungan alkohol minimal 60% bila tidak tersedia air dan sabun
    3. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau lengan bagian dalam, membuang tisu yang terkena percikan lalu mencuci tangan dengan air dan sabun
    4. Menjaga jarak minimal 1 meter terutama dengan orang yang sakit
    5. Hindari menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut dengan tangan yang kotor
    6. Hindari bersalaman
    7. Menghindari kerumunan, perkumpulan dan bepergian yang tidak perlu
    8. Menjaga pola makan dengan konsumsi banyak protein, sayur dan buah-buahan, serta multivitamin. Ibu hamil mengkonsumsi 300 kalori lebih banyak dari sebelum hamil dan ibu menyusui mengkonsumsi 700 kalori lebih banyak pada saat hamil
    9. Multivitamin yang dianjurkan adalah suplemen yang mengandung asam folat, zat besi, yodium, vitamin C dan vitamin B komplek
  • Apabila ibu hamil merasakan gejala seperti demam, batuk, atau sesak nafas dapat menghubungi petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut
  • Jika ibu hamil terkonfirmasi positif COVID-19:
    1. Memberikan informasi yang jelas kepada petugas kesehatan terutama mengenai keluhan dan jadwal persalinan
    2. Tetap harus ditemani saat melahirkan
    3. Diberikan penghilang nyeri yang tepat 
    4. Tidak perlu dilakukan operasi caesar, jika tidak ada komplikasi
    5. Jika memungkinkan, jadwal kelahiran sudah ditentukan dengan lahir pervaginam dengan bantuan induksi untuk mencegah kelelahan
    6. Meskipun belum ada kasus yang menunjukkan bahwa ibu yang positif COVID-19 akan melahirkan bayi positif pula, jika bayi yang lahir memperlihatkan gejala COVID-19, bayi dapat dirawat di neonatal care dan diisolasi dengan perawatan yang intensif
  • Bagi ibu menyusui positif COVID-19:
    1. Virus SARS-Cov-2 atau COVID-19 tidak terdeteksi dalam kandungan ASI sehingga tidak ada larangan untuk menyusui bayi
    2. Dapat menghindari hal-hal yang dapat menularkan virus seperti cuci tangan sebelum menyusui dan memegang bayi, dan menggunakan masker saat menyusui
    3. Jika ibu khawatir akan menularkan virus ke bayinya, dapat memompa ASI dan diberikan ke bayi pada tempat yang bersih dan higienis atau mencari donor ASI
    4. Rutin membersihkan permukaan benda-benda dengan disinfektan

Sebagai tambahan informasi, sampai saat ini para peneliti dan ahli masih mengkaji komplikasi yang disebabkan COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui. Selain itu, belum ada kejelasan apakah ibu hamil yang positif terinfeksi COVID-19 dapat menularkan virus tersebut ke dalam janinnya atau tidak.

Penulis : Ardina Ulya
Editor : Iqmi Qaisah Ali, Mazidatun Maftukhah, M. Billy Ryan Putra